Pascabanjir Kalsel, Pembelajaran Daring di Tanahlaut Kembali Lancar

BANJARMASINTERKINI.COM–Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), beberapa pekan silam turut berdampak terhadap pembelajaran daring.

Pasalnya, cukup banyak pula pelajar serta guru yang turut menjadi korban banjir dan harus mengungsi ke tempat yang aman.

Contohnya mereka yang berada di wilayah Kecamatan Kurau dan Bumimakmur.

Dua kecamatan bertetangga tersebut merupakan wilayah terparah dan terlama terpapar banjir di Tala.

Ketika banjir besar melanda secara meluas di Tala pada pertengahan Januari 2021 lalu, banjir di Kurau dan Bumimakmur telah lebih dulu kebanjiran selama sekitar dua pekan.

Ketinggian genangan di dalam rumah ada yang hingga setinggi pundak orang dewasa.

Jalan poros kecamatan Kurau dan Bumimakmur bahkan tenggelam total dan tak bisa dilintasi.

Evakuasi pengungsi hanya bisa dilakukan dengan truk besar yakni tronton.

Sejumlah fasilitas umum pun juga yang turut tenggelam.

“Termasuk gedung SMPN 1 Kurau yang berada di kawasan yang agak tinggi di tepi jalan poros di Desa Padangluas, Kurau,” sebut Rahman, warga Kurau, Senin (15/2/2021).

Namun dikatakannya, sekarang gedung sekolah itu telah terbebas dari genangan.

Kantor kecamatan juga telah kering sejak beberapa pekan lalu.

Pembelajaran daring di wilayah Kurau dan Bumimakmur pun kini juga mulai dapat terlaksana kembali. Tapi belum seratus persen.

“Masih ada sekitar dua orang murid yang tidak aktif karena masih terdampak (ngungsi),” sebut Kepala SMPN 1 Kurau, Mukhtar.

Namun, lanjut Mukhtar, guru BK telah menghubungi kedua murid tersebut. “Insha Allah mudah-mudahan secepatnya sudah bisa mengikuti pelajaran (daring) secara normal,” tandasnya.

Ia menuturkan pada banjir besar pertengahan Januari lalu, dari 210 murid, sebanyak 200 orang yang ngungsi. Sedangkan guru sebanyak sebelas orang yang ngungsi dari 21 orang.

Selama sekitar tiga pekan KBM daring di sekolahnya ditiadakan mengingat kondisi murid dan guru dalam keadaan kedaruratan di tempat pengungsian.

“Namun alhamdulillah seiring membaiknya cuaca, sejak sepekan lalu KBM daring sudah bisa dilaksanakan lagi,” sebut Mukhtar.

Data pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tala tercatat sebanyak 31 sekolah yang terdampak secara langsung bencana alam terekstrem sepanjang sejarah di Kalsel tersebut. Rinciannya, 27 sekolah dasar dan empat sekolah menengah pertama

Sekolah-sekolah tersebut turut kebanjiran. Terparah di wilayah Kecamatan Kurau, Bumimakmur, Batibati, dan sebagian wilayah di Kecamatan Panyipatan serta Takisung.

KBM daring di lokasi terdampak banjir pun diberlakukan pelonggaran. Hal ini berlangsung sekitar tiga pekan.

Ada dispensasi ketika ada anak didik yang tidak mengumpul tugas secara daring lantaran terkendala kondisi yang tidak memungkinkan belajar secara memadai.(tribunnewscom)

Share
Exit mobile version