BANJARMASINTERKINI.COM – Petani sawah di Desa Sungailimau, Kecamatan Pulaulaut Timur Kotabaru harus panen padi secara manual karena minimnya mesin panen alat perontok padi.
Sementara alat perontok padi tersedia di Kecamatan Pulaulaut Timur khususnya hanya berjumlah satu buah, tidak mungkin memenuhi kehendak petani jika pun digunakan secara maksimal.
Hal itu dikemukakan Safruddin, salah seorang petani sawah di desa Sungailimau yang juga Ketua Gapoktan Berkat Bersama.
Menurut Safruddin, penggunaan alat perontok padi tersedia satu buah tidak bisa memenuhi harapan petani, walau digunakan secara maksimal. Lantaran tidak sebanding dengan luas hamparan sawah.
Akibatnya tidak jarang petani mengalami kerugian. Padi siap panen rusak, disebabkan beberapa faktor.
“Karena lambat dipanen, ditiup angin sehingga rebah. Karena seharusnya padi sudah dipanen,” terangnya kepada wartawan, Senin (15/2/2021) kemarin.
Ia berharap kepada pemerintah daerah, melalui Dinas Pertanian untuk menambah jumlah combine. Sehingga tidak hanya cepat, petani juga mudah memanen padi.
“Tidak hanya bisa digunakan di titik yang berlumpur. Tapi juga menambah kualitas pagi petani. Jadi itu harapan kami, petani di desa Sungailimau,” pintanya.
Sementara hingga berita ini diturunkan belum didapat konfirmasi resmi Dinas Pertanian Kotabaru. (tribunnews)

Recent Comments