Kayong Utara Kalimantan Barat Siap Jadi Lumbung Pakan Ternak

KALBAR – Bupati Kayong Utara, Citra Duani, siap menjadikan wilayahnya sebagai lumbung pakan ternak termasuk yang berbahan herbal di Kalimantan Barat, mengingat potensi yang dimiliki kabupaten tersebut.

“Potensi Kayong Utara untuk pakan ternak berlimpah, tinggal dikelola dengan baik, ditambah sentuhan industri, ke depan Kayong Utara dapat menjadi lumbung pembuatan pakan ternak terbesar,” kata Citra Duani di Pontianak, Senin (2/9/2019).

Bupati mengapresiasi Dedek, 27, warga Desa Telok Melano, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar, yang sudah menunjukkan potensi tersebut melalui pembuatan pakan ternak herbal.

Menurut Citra, usaha yang dirintis oleh Dedek ini menandakan masyarakat Kayong Utara memiliki kemampuan dan keahlian. Apalagi pakan ternak yang diproduksi ini sudah berstandar nasional.

Saat meninjau lokasi pembuatan pakan ternak herbal milik Dedek, Citra sangat mengapresiasi dan bangga dengan penemuan anak muda di tempat yang ia pimpin tersebut. Ke depan pemda setempat akan membantu usaha Dedek.

“Dari usaha Dedek ini nanti kami coba bantu dengan meningkatkan kapasitas produksinya. Bahan baku di Kayong Utara ini tidak sulit, karena Kayong Utara daerah penghasil ikan. Nanti kami bantu bagaimana bahan yang diperlukan oleh Dedek bisa diolah menjadi tepung sesuai standar yang ia perlukan,” kata Bupati.

Citra menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara memiliki visi dan misi meningkatkan pendapatan para UKM yang ada termasuk yang saat ini diproduksi oleh Dedek merupakan UKM yang harus didukung.

Memang Dedek, 27, warga Desa Telok Melano, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar, berhasil membuat pakan ternak herbal yang tidak menimbulkan bau terhadap kotorannya.

Dedek meracik sendiri pakan tersebut dengan bahan – bahan yang alami juga berkhasiat bagi ayam yang mandul atau yang tidak produktif lagi bisa kembali bertelur dalam waktu yang cukup singkat.

Pria tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat ini mengaku pakan yang ia buat tersebut telah lulus uji laboratorium di laboratorium pemerintah setempat dan sudah mendapatkan pesanan dari berbagai daerah, namun banyak ia tolak dikarenakan kapasitas produksinya saat ini masih berskala kecil.

Ditambahkannya, awal mula pembuatan pakan ternak herbal tersebut dikarenakan dirinya merasa kemahalan dengan harga pakan di pasaran tempat ia tinggal. Untuk mengurangi pengeluarannya tersebut ia mencoba untuk membuat pakan ternak sendiri secara otodidak dan berhasil.***

Share

Leave a Reply