Netflix PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasan dan Divisi yang Terdampak

by -5 Views

Netflix mengambil langkah pengurangan tenaga kerja di tengah persaingan industri streaming yang semakin ketat. Perusahaan hiburan asal Amerika Serikat itu memangkas sekitar 1.000 karyawan atau 6 persen dari total tenaga kerjanya, berdasarkan laporan yang muncul pada 14 Oktober 2026.

Keputusan tersebut menyusul laporan pada 9–10 Oktober yang menyebut Netflix berencana mengurangi sekitar 5 persen karyawan atau setara dengan 800 pekerja. Saat laporan awal itu beredar, Netflix belum memberikan komentar mengenai rencana tersebut. Informasi berikutnya menunjukkan skala pemangkasan yang lebih besar, yakni sekitar 1.000 posisi.

Pemangkasan karyawan terutama menyasar sejumlah bidang, termasuk pengembangan produk, teknologi, hukum, dan sumber daya manusia atau human resources. Informasi tersebut terungkap melalui memo yang dikirimkan CEO bersama Netflix, Ted Sarandos dan Greg Peters, kepada karyawan.

Dalam memo itu, pimpinan Netflix menekankan perlunya menentukan prioritas penggunaan sumber daya dan tenaga kerja agar perusahaan dapat mendukung bidang-bidang yang dinilai penting bagi pertumbuhan bisnis.

Manajemen juga menyatakan bisnis Netflix tetap kuat dan perusahaan masih berada di jalur untuk memenuhi proyeksi kinerja tahunan. Dengan demikian, pengurangan karyawan tidak serta-merta berarti perusahaan menghentikan seluruh ekspansi atau mengalami kerugian.

Netflix menghadapi persaingan dari berbagai platform digital yang memperebutkan waktu dan perhatian pengguna. Selain layanan streaming berbayar lainnya, perusahaan juga berhadapan dengan platform seperti YouTube dan TikTok yang menawarkan banyak konten gratis.

Persaingan tersebut menjadi tantangan karena keberhasilan layanan streaming tidak hanya bergantung pada jumlah pelanggan, tetapi juga pada kemampuan mempertahankan keterlibatan penonton. Waktu yang dihabiskan pengguna untuk menonton menjadi salah satu indikator yang diperhatikan investor dalam menilai prospek bisnis perusahaan.

Di tengah persaingan tersebut, Netflix berupaya mengembangkan berbagai format hiburan dan layanan. Perusahaan memperluas bisnis periklanan, program siaran langsung, gim, serta konten podcast video untuk memperkuat daya tarik platform dan membuka peluang pendapatan tambahan.

Selama bertahun-tahun, model bisnis Netflix sangat bergantung pada pendapatan dari biaya berlangganan. Namun, perubahan kebiasaan menonton dan meningkatnya persaingan membuat perusahaan berupaya mengembangkan sumber pendapatan lain.

Netflix telah memperluas paket beriklan dan berinvestasi pada program langsung serta gim. Strategi tersebut bertujuan meningkatkan keterlibatan pengguna sekaligus memperbesar peluang monetisasi di luar langganan konvensional.

Meski demikian, pengembangan bisnis baru membutuhkan investasi dan belum tentu langsung menghasilkan pertumbuhan sesuai harapan. Perusahaan harus menyeimbangkan biaya produksi konten, pengembangan teknologi, kebutuhan tenaga kerja, serta upaya mempertahankan pelanggan.

Netflix sebelumnya juga melakukan pengurangan tenaga kerja dalam skala besar pada 2022. Saat itu, perusahaan memangkas sekitar 450 pekerjaan setelah mengalami penurunan jumlah pelanggan untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.

Gelombang PHK terbaru menjadi salah satu restrukturisasi terbesar Netflix sejak periode tersebut. Perusahaan kini menghadapi situasi industri yang berbeda, ketika layanan streaming, media sosial, dan platform video gratis bersaing untuk mendapatkan perhatian penonton.

Langkah pengurangan karyawan memperlihatkan bahwa perusahaan teknologi dan hiburan tetap melakukan penyesuaian organisasi meskipun masih memiliki bisnis yang menghasilkan pendapatan. Bagi Netflix, tantangan berikutnya adalah menjaga pertumbuhan dan daya saing sambil mengarahkan sumber daya ke bidang yang dianggap paling strategis.